Home Tatar Parahyangan Pariwisata Konsultasi Sentra Bisnis Akademika Madani

Agenda Wisata

 ¤ Situ Patenggang
 ¤ Arung Jeram Citarik
 ¤ Green Canyon
 ¤ Ikuti Pekan Wisata Olahraga

Sejarah Parahyangan

 ¤ Kronik Sejarah
 ¤ Pernik Sejarah
 ¤ Agen Wisata

Kilat

 ¤ Kamus Sunda-Indonesia
 ¤ Kesenian
 ¤ Cerita Rakyat
Cari:

Klik 15937 kali - sejak 10.dec.01 ň

Home > Parahyangan

Tatar Parahyangan

Sejarah Seni
Bahasa Cerita Rakyat

Tatar Parahyangan : adalah situs yang menghadirkan nuansa imajinasi dan filosofis bagi Anda yang memiliki ketertarikan terhadap tatar Parahyangan.


Wayang Golek
(kutipan)

Seni rupa sandiwara boneka berkayu atau lebih lazim jenengan - namanya Wayang Golek, tindak-tanduknya memang kelihatan seperti lagi ngagulitik atau menggolek, asal muasalnya di dataran tinggi Priangan Jawa Barat yang kerajaan buddha Pajajaran masih misésa atau menguasai pada abad XV M., tatkala itu, Sunan Giri, salah satu dari sembilan Wali Songo yang mendatangi pulau Jawa dari perbagai negeri ufuk timur seperti Persia, Turki, Mesir dan Cina untuk beruluk salam sambil mencanangkan kawibawan firman Allah, dipercaya memperkenalkan seni ini kepada penduduk setempat.

Itu lambat-laun terjungkar-jangkir sepanjang daerah Priangan, bergabung sama adat istiadat pra-Islam dan budaya khayalak ramai. Pada hakekatnya, ini dilantarankan aspeknya yang sudah merecup dalam benak masyarakat awam, tasmat menggalang faham-faham hikmah filsafat, akhlak atau malahan bermuatan kasad propaganda. Bahwasanya, setiap babak pementasan adalah bidang permata atau ibarat tematis filsafat tertentu, dengan menyirat makna tersendiri bagi penilik yang berlatar belakang undak-usuk atau tingkat pendidikan berbeda-beda. Berisikan serancaman cerita murni adapun pertikaian kebajikan melawan kedurjanaan dan segala nista kepasikan yang akhirnya cuang-caing. Tidak pelak lagi, bukannya menyerupai selangkas buah papaya bahwa Seni Wayang Golek telah menghaturkan sumbangsih yang cukup berarti dalam hal mencagarkan kesinabungan warisan khazanah budaya tamaddun sunda zaman pra-islam.


Simbolisme para Tokoh
Haraplah maklum tentang adanya syarat mutalak bahwa seberinda pertunjukan Wayang Golek berdasarkan bentuk dan kode-kode warna yang bertujuan menggambarkan ciri masing-masing tokoh dan fihak dikotomis.

Terdapat dua fihak yang saling melawan, yakni tokoh baik yang berperangai halus dan rendah hati dan yang dursila tabiatnya kasar dan suwaban (angkuh). Sementangpun para persona tidak bersifat manikeis dan tokoh halus pun mempunyai belang, sedangkan tokoh kasar memiliki sifat yang konon tidak perlu selalu kita dayus.

Skema warna
Merah: keberingasan, sifat toma (angkara murka), ketidaksabaran, rasa wera (amarah)/Hitam dan biru : ketentraman, kebangkitan rohani, kedewasaan/Putih: kemurnian, budi luhur dan tatakrama/Mas dan kuning : para narapati dan kaum ningrat.

Warna Pandé (rupa raut muka)
Putih untuk seorang pangeran muda/Hitam untuk ketulusan hati atau kesucian/Hijau untuk kemunafikan/Biru adalah ta'yin sikap yang tidak mandraguna - gagah.

Sosok tubuh
Halus : Kepala menganggut sebagai pertanda kerendahan hati dan watak yang tidak usung ésang - suka membantu melakukan kejahatan, wajah halus, hidung mancung, mata berbentuk buah badam, kulit konéng pisitan - kuning langsat dan berperawakan tinggi langsing. Gentra (suara) merdunya leuleuy (lemah lembut)yang begitu rendah nadanya bahkan terkadang tidak kedengaran.

Kasar : Sifatnya angguklung - besar kepala, mereka lebih pendek, sosok tubuhnya bagai yaksa - raksasa; secara caluntang - tidak tahu adat, kepala menengadah dan matanya yang sangat belotot tampak membusung. Hidung besarnya pesek, sosok tubuhnya rapat dan kasar, warna kulitnya gelap.

Mata atau soca yang membundar melambangkan keperkasaan tokoh halus dan kebengisan tokoh kasar.

Para Tokoh Mahabarata           Para Tokoh Ramayana

Pangkal Cerita......
Tidaklah sepadi halmana bahwa wiracarita Mahabarata dan Ramayana yang cikal bakalnya di India merupakan subyek pokok ganda yang dapat dijumpai pada semua ujud seni wayang; kedua hasil karya terdiri dari 180 lebih Pakem (buku).

Cerita Mahabarata       Cerita Ramayana


Wiracarita lainnya
Amir Hamzah:
Riwayat petualangan Amir Hamzah yang mempunyai pelbagai nama: Amir Ambyah, Jayengrana, Menak dan lain sebagainya...yakni paman rasul'lah nabi Muhammad. Seseorang harus menelusuri sejarah kembali pada tarikh ketika Harun-al-Rasyid yang pertama kali mengenjak pulau Jawa sekitar abad XV M. menduduki takhta (sekitar 800 M.).

Wayang Golek          Dalang

Username:

Password:

Registrasi

E-mail (Free WebMail 5 MB)

E-card ("Nyatakan dengan kartu")

Chat Room

Forum Diskusi (20 tema utama)

Iklan Baris ("Cepat dan Beres")


Pembelian:

¤ Buku: The Ghost That Died at Sunda Straight by W.G. Winslow
Menangkan hadiah $50 untuk komentar tentang buku ini!

¤ Buku: Class Power and Agrarian Change : Land and Labour in Rural West Java (Studies on the Economies of East and South-East Asia)
by Jonathan R. Pincus
Harga: $79.95

Home Tatar Parahyangan Pariwisata Konsultasi Sentra Bisnis Akademika Madani

Tentang Jabar.Net - Kebijakan Privasi - Ketentuan Layanan - Kontak Kami
©2000-2001 Tim Pengembangan Bisnis Berbasis Internet. Hak cipta dilindungi Undang-undang.